Saturday, December 26, 2009

RESEP BELAJAR PUISI

MENGHADIRKAN PUISI DALAM PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA



Pengantar
Kegiatan apresiasi dapat bersifat reseptif dan produktif. Kegiatan reseptif dan produktif itu dimaksudkan untuk mempertajam perasaan, penalaran, daya imajinasi, kepekaan terhadap masyarakat, budaya, dan lingkungan hidup pembelajar. Secara komprehensif kegiatan apresiasi dapat memberikan kontribusi positif dalam pendidikan moral, sikap, watak, budi pekerti, pengetahuan budaya, dan keterampilan berbahasa. Dalam konteks ini dapat dinyatakan bahwa kegiatan apresiasi, yang bersifat reseptif dan produktif itu, implementasinya tidak sekadar menikmati dan memahami karya sastra, melainkan juga kesempatan menggali dan mengenali berbagai macam nilai. Pembelajar tidak cukup dibekali pengetahuan dan sejarah sastra, melainkan juga pengalaman kreatif mencipta dan menghadirkan (menampilkan) karya sastra dalam setiap pembelajaran sastra.

Saturday, December 5, 2009

Benturan

Akan ku benturkan
kepala
ini
biarkan muara darah terus mengalir
akan ku benturkan
kepala
ini
setidaknya mungkin dapat membantuku
menghilangkan masalah
biar pecah sekalian
buyar berserakan
karna kini
aku tak tentu arah
berputarputar
tertiup melambai
lalu
jatuh
tercampakkan

biar ku benturkan
kepala
ini
agar dirimu senang
supaya kau bisa tertawa girang
sepuaspuas hatimu

biar ku benturkan
kepala
ini
lalu dapat kau ganti
dengan kepala yang telah
menjadi
sampah

puncak masalah, 2009

Thursday, December 3, 2009

Friday, November 27, 2009

Sejarah Abadi Dalam Hidup

Pecah jerit itu
disaat sirine meraung bersautan
membawa bidadari yang akan terbang
terbang menuju keabadian
tinggalah si kecil terduduk sepi
berdoa
meminta Raja mengampuni dosa
saat bidadari salah melangkah di dunia
bola mata berputar
deras air bermuara
merona wajah karena kesedihan

taburkan bunga kepadanya
iringi dia dengan senyuman
lagukan bersama suara hati
meski perih sesungguhnya
Bidadari akan terbang
terbang menuju keabadian
hidup tenang
bersama sang Raja
(2009)

Saturday, November 7, 2009

Ranah Minangku terkoyak

Tanah negeriku disana
asal keluarga handai taulan semuanya
tentram damai tak kurang apa
semua sayang dan membanggakannya
Tapi kini jauh berbeda
ranahku menangis
minang pun hancur
menjerit sanak meraung
teringat buya, ama jo sadonyo
luluh lantah taguncang gampo
Bila pula tertawa lagi
tersenyum manis dhadapan kami
Ini teguran dari Ilahi
guna lebih mencintai negeri

(2 Oktober 2009)

Jangan sebut kami BENGAK!

hari ini, dengan lantangnya, ia berkata, "Guru-guru di sini bengak !" aku yang hanya bisa mendengarkan dari dalam ruang guru, ter...