Monday, February 26, 2018
Jangan sebut kami BENGAK!
aku yang hanya bisa mendengarkan dari dalam ruang guru, terdiam, dan sesekali bergumam pelan, "Apa? Kita bengak?"
Tuesday, October 17, 2017
Katakan saja, saat ini, aku jenuh!
Sunday, June 4, 2017
Garapan kedua
Dapet bagian buat koordinir puisi tiap kali ada kegiatan di sekolah. Mo itu pensi ato perpisahan. Padahal mah aslinya, ngerti juga ga soal puisi. Kalo cuma di suruh nulis doang mah, ya bisalah dikit. Tapi kalo buat bacain sama interpretasiin, lambaikan bendera putih, nyerah deh.
Ga bisa nolak. Dikasuh tanggung jawab, ya sudah dikerjakan. Meskipun terkadang berasa ga maksimal.
Friday, May 5, 2017
Hidup Tak Harus Sempurna
Menjadi diri sendiri itu memang suatu keharusan. Tak perlu mengikuti bagaimana bersikap seperti orang lain, jika memang kau tak mampu mengikutinya. Bila hanya sekedar untuk mendapatkan masukan, ya, hanya sekedar masukan saja untuk bisa menjadikan diri kita lebih baik, bisa saja diaplikasikan. Tapi ingat, jangan di ambil semua secara utuh. Orang yang cerdas akan menyaring terlebih dahulu informasi yang diterimanya. Bila sesuai, barulah diterapkan. Namun bila sebaliknya, lupakan. Lebih baik mencari masukan baru yang lebih sesuai.
Kehidupan tak pernah menuntutmu untuk melakukan segala sesuatunya dengan sempurna. Yang ada hanya gengsimu saja. Harga diri, harkat dan martabat, kata mereka.
Menjadikan dirimu sempurna laiknya malaikat, hanya akan menambah beban batinmu saja.
Bersikaplah yang sewajarnya. Esensinya, kamu hanya manusia biasa. Silahkan bila ingin berlaku teratur. Tapi, jangan paksakan orang lain juga seperti itu. Jangan menuntut untuk sesuatu yang tak perlu kau tuntut!
Thursday, January 19, 2017
No more G.A.L.A.U!
Wednesday, January 4, 2017
Kosong
mencoba mendekatkan diri kepada pemilik alam,
namun tetap tak bisa
mengharap pada makhluk-Nya tapi justru terlilit kecewa
Thursday, December 15, 2016
Motivator belum tentu bisa memotivasi diri sendiri
Wednesday, December 14, 2016
Kebahagiaan Sepintas Saja
Wednesday, December 7, 2016
Terpuruk itu...
| sumber: google |
Sama seperti seorang muslimah yang lain, aku juga pernah terpuruk dalam kondisi virus merah jambu. Terjangkit penyakit ini memang membuat suasana sulit untuk dikendalikan. Apalagi, saat virus itu mulai memberikan efek yang cukup kuat manakala jalinan jembatan kasih runtuh dipertengahan. Terbelah dua menjadi bagian yang sulit untuk disatukan kembali.
Sunday, September 4, 2016
Mapel Bahasa Indonesia itu, SURAM!
Wednesday, August 10, 2016
izinkan aku bercerita
aku melihat pergerakan sahabat-sahabatku sudah berbeda. entahlah. mungkin hanya dari sudut pandangku saja. memperhatikan mereka yang mulai cinta dengan dunia, senang memamerkan apa yang dipunya, heboh dengan hal kecil yang semestinya ga perlu diributkan. baiklah, semua hanya sebatas pandanganku saja.
barangkali, aku saja yang kalo kata anak sekarang, lebay. melihat hanya dari sisi sebelah mata. sok menjadi tua, sok alim, sok rendah hati.
terkdang, karena geram, aku sindir mereka secara tak langsung. aku protes dengan diam-diam. aku mencela dengan kata manis. dan tak hayal, sikapku pun akhirnya serupa dengan mereka.
Wednesday, July 20, 2016
Jangan jongkok!
![]() |
| sumber: google |
Friday, May 13, 2016
pempek dos sama dengan cireng?
Friday, January 29, 2016
Romantika Masa Remaja
---------------------------------------
hari ini jadwal masuk kelas X. seperti yang telah dijanjikan di hari sebelumnya bahwa hari ini jadwalnya ulangan harian. awalnya, semua berjalan seperti biasa. mereka mengerjakan soal dengan seribu ekspresi yang sebenarnya sudah dapat ditebak. waktu yang disediakan masih cukup banyak tersisa. suasana mulai gaduh sebagai perwujudan bahwa mereka telah bebas untuk sementara waktu dari beban pelajaran. untuk itu, aku biarkan saja mereka begitu. aku nikmati kegaduhan mereka sebagai hiburan tersendiri dari rasa lelahku hari itu. tapi, ada sesuatu yang cukup menarik perhatian. apa yang dilakukan oleh beberapa siswa putriku dijendela bagian belakang pojok kelas?
Monday, November 16, 2015
Monday, October 5, 2015
Beda Guru!
Barangkali saya termasuk yang suka nyeleneh soal peraturan. Bukan berarti ga nurut sama peraturan, hanya saja terkadang metode lama- yang kalo secara mengikuti perkembangan zaman sekarang- sulit untuk diterapkan, rasanya akan sulit. Pernah baca sebuah kutipan yang kira-kira buntinya seperti ini, "Ajarkanlah anakmu sesuai dengan zamannya." Yah, kira-kira begitulah. Benar atau salahnya, mohon maaf saja sebelumnya.
Terus, masalahnya dimana?
Thursday, July 23, 2015
Apakah sudah menjadi G.U.R.U yang sebenarnya?
Soalnya, si empu penanya tuh pengen supaya saya bisa membagikan cerita yang ga melulu tentang keseharian si penulis -emang selama ini begitu yah? #mikir
Baiklah, kali ini emang bahasan yang dirangkum rada berbobot. Lumayan, dapet nyalin dari workshop di sekolah tadi. Tapi kalo yang namanya sesuatu yang bermanfaat, sayang kan ya buat dipendam sendirian? Bukankah sudah dijelaskan bahwa, "Sampaikanlah ilmu itu meski hanya satu ayat." Cakep!
Friday, May 1, 2015
Ribetnya anak zaman sekarang
Zaman memang semakin canggih. Karna kecanggihannya itu pula, kalo diperhatikan, daya kreativitas dan daya juang anak sekarang justru makin lemah. Maunya yang gampang aja, maunya yang cepet aja, maunya begini, begitu yang ga pake ribet, ga pake sulit, yang penting dapet! Haloooo... Emangnya tinggal di dunia sihir! Harry Potter aja kalo mau sesuatu tetep aja harus belajar dulu, kudu ngapalin mantera dulu. Baru abis itu bisa ngelakuin yang dia mau. Lah ini?
Monday, April 27, 2015
Apa pemicumu?
Friday, February 6, 2015
mau bagaimana?
Jangan sebut kami BENGAK!
hari ini, dengan lantangnya, ia berkata, "Guru-guru di sini bengak !" aku yang hanya bisa mendengarkan dari dalam ruang guru, ter...
-
selesai juga tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa. euforia sesaat ketika wisuda. tak banyak yang bisa diceritakan. mungkin bisa diwakilk...
-
hari ini, dengan lantangnya, ia berkata, "Guru-guru di sini bengak !" aku yang hanya bisa mendengarkan dari dalam ruang guru, ter...
-
Selamat sore dunia... Akhirnya, menjawab sebuah pertanyaan seorang sahabat yang menohok kalbu, baiklah, kini buku harian dunia maya saya kem...
