Showing posts with label kesenian. Show all posts
Showing posts with label kesenian. Show all posts

Sunday, October 13, 2013

MEDIASI MUSIKAL BERKARAKTER BUDAYA LOKAL -reportase-


sedikit laporan reportase mengenai kegiatan beberapa tahun silam. >>

MEDIASI MUSIKAL BERKARAKTER BUDAYA LOKAL


Ditulis oleh Teguh   
Minggu, 18 Desember 2011 00:00
NUANSA ETNIK MELAYU
Nuansa musik Melayu, se­buah komposisi musik yang dibawakan oleh komunitas INNER Jambi. Dengan pe­main musik  beranggotakan 11 orang, Komunitas ini, me­mainkan instrumen musik tradisi dengan subtema hutan dan kehidupan yang ada di dalamnya. Di atas pentas pertunjukan Hoerijah Adam  struktur tata ruang dengan sejumlah pemain musik disusun sejajar horizontal, kemudian sebagai latar belakang di­tampilkan layar infocus yang memvisualisasikan hutan se­bagai ide dalam penggarapan komposisi musik.

Thursday, December 20, 2012

senandung tanah tanjung

kembali berkesempatan untuk menunjukkan ke khalayak banyak bahwa tradisi kesenian daerah Jambi itu GA KUNO! cateeeett... buktinya? banyak yang terhenyak melihat apa yang selama ini tak pernah terpikirkan oleh mereka. so, dengan bangga kita tampilkan sebagian kecil dokumentasi yang terekam selama di TKP. saat pertunjukkan sampai dengan aksi gila sebelum manggung. ini dia buat semuanyaaa... #eeaaa....

Sunday, October 28, 2012

beraksi kembali

kehebohan sebelum pementasan... 
mengisi acara komunitas SIJ dalam rangka menyambut hari sumpah pemuda 2012

Monday, September 24, 2012

tradisi tutur lisan

hari yang panjang rasanya. mau ga mau harus betah duduk sambil mendengerkan seminar mengenai seni tradisi lisan. suatu hasil budaya yang mulai terlupakan.

Thursday, May 31, 2012

ma special gift

 ini dia beberapa buah tangan yang di dapatkan saat kemaren abis mengikuti kegiaratan Revitalisasi Budaya Melayu di Tanjung Pinang, Kepri. ga nyangka, bakalan dapat yang beginian. ada tropi sampai dengan stiker kegiatan. seruuu... makasih banyak.. :D

Tuesday, May 29, 2012

ma trip...

sedikit kisah perjalanan saat mengikuti kegiatan Revitalisasi Budaya Melayu di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. disana, aku dan rombongan menampilkan pagelaran senandung jolo yang dikolaborasikan dengan beberapa alat musik modern -tapi sayangnya, pas mentas, ga ke ambil fotonya :(-
mulai dari transit di bandara Hang Nadim Batam. kemudian lanjut ke pelabuhan Punggur, sampai akhirnya kita sampai di kota Tanjung Piang itu sendiri. perjalanan yang benar-benar melelahkan... :P

Sunday, May 20, 2012

telusur jejak -festival candi ma. jambi-

wow, amazing!!! asli, rasanya seru banget kegiatan yang aku lakuin hari ini. rasanya berkah banget dikasih kesempatan buat menghirup udara hari ini dan diberi kesempatan buat jalan-jalan sama temen-temen yang top banget deh!

Wednesday, April 25, 2012

Menjaga budaya bangsa itu mudah!




Jujur, aku bangga lahir dan bisa menetap di negeri ini. sebuah negeri yang sebenarnya banyak menyimpan harta yang tak ternilai harganya. Hanya saja, tak banyak yang bisa memanfaatkannya dengan baik. Justru malah melakukan hal yang sebaliknya, pokoknya itu ga pantes banget kalo aku nilai.
Lupakan dengan hal-hal yang negatif itu. Karena apa? Karena ada hal yang lebih penting dari itu semua. Dengan kekayaan budaya yang dimiliki, kembali lagi aku harus mengatakan bahwa sangat disayangkan generasi muda masa kini tak terlalu mau ambil bagian dalam melestarikannya. Padahal, semuanya itu sangat tak ternilai harganya. Tapi, giliran nanti direbut orang, baru deh koar-koar. Pasti lagi adem, malah dicuekin! Menyedihkan!
Sesungguhnya, ga terlalu sulit kok buat menjaga kelestarian seni budaya yang dimiliki saat ini. mau bukti? Ini ada beberapa tips yang aku baca dari sebuah majalah pariwisata dan pengen aku share buat temen-temen semua. Check this out!

Wednesday, April 18, 2012

punah teracuhkan

“Apo yang bagus dari Jambi ko? Cayo dak kalo dak tek hal yang bagus!” Mengerikan jika harus mendengarkan pernyataan demikian. Padahal, yang mengucapkan pernyataan itu sudah barang tentu orang Jambi, meskipun tidak 100% asli Jambi. Tapi, bukankah itu sama halnya dengan mengecilkan negeri sendiri? Jelas sebuah pepatah mengatakan, “Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.” Sudah barang tentu, semua harus bisa mencintai tanah tempatnya berpijak.

Saturday, December 10, 2011

reportase RaPA


Satang Rimbo Raih Sambutan Hangat Penonton
Oleh: Patrisia Merly
Memukau. Barangkali kata tersebut yang bisa diungkapkan saat pementasan gelaran komposisi musik "Satang Rimbo" karya komposer Uswan Hasan, S.Sn digelar di gedung pertunjukan Hoerijah Adam Institut Seni Indonesia (ISI) Padang Panjang, Sumatera Barat pada tanggal 9 Desember 2011. Satang Rimbo yang dibawakan oleh Komunitas Seni INNER Jambi mendapatkan apresiasi yang sangat meriah denagn tepuk tangan bertubi-tubi dari para penonton yang menghadiri sekaligus menyaksikan aksi perwakilan Kota Jambi dalam kegiatan Ranah Performing Arts (RaPA) 2011. Komunitas Seni INNER Jambi sendiri mendapat kesempatan urutan penampilan ketiga setelah OK. Kober (Orkes Keroncong Kota Bertuah) asal kota Pekanbaru, Riau dan penampilan White Percussion Unit asal negara tetangga, Malaysia.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 20.00 WIB ini, cukup menyedot animo masyarakat khususnya bagi para pencinta seni musik. Tak terkecuali kepada mahasiswa dari lingkup kampus ISI Padang Panjang sendiri.  
Satang Rimbo yang pada dasarnya beranjak dari kesenian Senandung Jolo ini, mencoba mengangkat tema persoalan pembalakan liar (ilegal logging) ke dalam sebuah komposisi musik. Dalam pagelaran ini, Wawan, sang komposer, biasa dipanggil, menggabungkan seni musik tradisional dan modern. Ditambah lagi dengan perpaduan tampilan slide show foto-foto keadaan alam hutan di Provinsi Jambi khususnya, dengan perbandingan saat sebelum dilakukannya penebangan hutan dengan keadaan hutan yang gundul akibat pembalakan liar. Selain itu, ditampilkan pula video mengenai pernyataan yang diungkapkan oleh masyarakat yang tinggal diwilayah kawasan hutan dengan bantuan media proyektor yang dioperasikan oleh Muslimah Arneni.
"Jujur saja, penampilan dari Kota Jambi pada malam ini sungguh memukau. Jambi bisa memberikan warna yang berbeda dari peserta lainnya malam ini," terang Tri Putra Mahardika, salah satu penonton yang menyaksikan pagelaran komposisi musik Satang Rimbo persembahan Komunitas Seni INNER Jambi. Ditambahkan lagi olehnya, bahwa mahasiswa ISI jurusan seni tari ini , cukup terkesan dengan perpaduan antara alat musik 'batang', seni musik kompangan dan gong yang biasa ditampilkan saat upacara pernikahan serta alat musik modern lainnya, seperti gitar, maraccas, Cymbal, didgeridoo, keyboard, dan biola.
Awal mula Satang Rimbo dimainkan dibuka dengan senandung mengenai hutan yang dinyanyikan oleh Alfian atau biasa disapa dengan Uwak Degum. Kemudian disambut dengan vokal suara merdu oleh vokal dari Ulyatul Qibtiyah dan Puspita Lastari. Sedangkan untuk pemain musik lainnya yakni M. Taufik Hidayat, S.Sn, Dwi Putra Ramadhana, S.Sn, Ferry Hoi, Herman, Agus, Jay, dan Iwan. Dengan durasi 15 menit, pementasan Satang Rimbo diakhiri dengan penyerahan alat musik 'kelintang kayu' oleh Uwak Degum kepada dua orang anak yang berjalan ke tengah panggung. Hal ini diibaratkan sebagai simbol regenerasi pemain musik 'kelintang kayu' yang telah berumur, dengan menitipkan alat musik tersebut kepada generasi muda agar dapat dilestarikan karena keadaan hutan yang semakin mengkhawatirkan.
"Memang garapan ini bisa dikatakan sebagai himbauan kepada semua masyarakat agar kita semakin sadar bahwa apa yang kita lakukan itu tidak benar. Terlebih lagi dengan adanya pembalakan liar yang ternyata secara tidak langsung cukup memberikan pengaruh terhadap kelangsungan seni musik dimasa yang akan datang," jelas Wawan. "Dan kesuksesan yang diraih Komunitas INNER pada malam ini juga tak terlepas dari dukungan orang-orang terdekat, seperti Ibu Yanti, Mbak Ema, serta Bapak Zul Gambus yang merupakan salah seorang pemerhati budaya Jambi yang telah memberikan sumbangsih mengenai pencarian materi musikal komposisi musik Satang Rimbo," tambahnya.
Melihat sisi kreativitas yang berbeda dari apa yang ditampilkan oleh Komunitas Seni INNER Jambi akan komposisi musik seperti ini, diharapkan ke depannya akan hadir kreasi Satang Rimbo-Satang Rimbo lainnya. "Semoga nantinya perwakilan Jambi bisa lebih mengeksplor kesenian musik lainnya yang ada di Provinsi Jambi. Jadi, bisa terwujud apresiasi yang baik terhadap seni musik, khususnya bagi para muda Jambi," harap Tri Putra demi kebangkitan kesenian musik di Provinsi Jambi. 
Selain pagelaran musik festival, dalam kegiatan Ranah Performing Arts (RaPA) juga menghadirkan kegiatan seminar nasional dengan pembicara dari dalam dan luar negeri, seperti Edward Van Ness, Prof. Dharsono, IGN. Wiryawan Budhiana, Rosta Minawati, dan DR. Nursyirwan, S.Pd., M.Sn.

    

Jangan sebut kami BENGAK!

hari ini, dengan lantangnya, ia berkata, "Guru-guru di sini bengak !" aku yang hanya bisa mendengarkan dari dalam ruang guru, ter...