Aku harap, ini adalah penyesalan kedua terbesarku yang harus
aku akhiri. Tak boleh ada lagi kejadian penyesalan untuk kesekian karena
keegoanku, keras kepala, tak sadar diri, dan segala sifat buruk yang aku punya.
Karena akibatnya, pasti aku sendiri yang menanggungnya.
Cukup sudah aku kehilangan orang-orang yang aku sayangi.
Setelah mama yang pergi untuk kembali kepada-Nya tanpa bisa aku temui di detik
terakhir kehidupannya, kini aku juga harus merelakan kepergian seseorang yang
aku sayangi lainnya. Tak ada yang bisa menebak siapa yang akan pergi
selanjutnya setelah ini. Padahal sebelumnya, kami pernah berjanji untuk saling
melengkapi. Sayangnya, lagi-lagi sifat buruk dari diriku yang menguasaiku
ditambah dengan segala godaan dan tekanan sekitar, aku seolah melepaskannya setelah
perjuangan beratnya. Selanjutnya kini, aku kembali harus menyesali diri.
