Wednesday, December 14, 2016

Kebahagiaan Sepintas Saja

Aku harap, ini adalah penyesalan kedua terbesarku yang harus aku akhiri. Tak boleh ada lagi kejadian penyesalan untuk kesekian karena keegoanku, keras kepala, tak sadar diri, dan segala sifat buruk yang aku punya. Karena akibatnya, pasti aku sendiri yang menanggungnya.
Cukup sudah aku kehilangan orang-orang yang aku sayangi. Setelah mama yang pergi untuk kembali kepada-Nya tanpa bisa aku temui di detik terakhir kehidupannya, kini aku juga harus merelakan kepergian seseorang yang aku sayangi lainnya. Tak ada yang bisa menebak siapa yang akan pergi selanjutnya setelah ini. Padahal sebelumnya, kami pernah berjanji untuk saling melengkapi. Sayangnya, lagi-lagi sifat buruk dari diriku yang menguasaiku ditambah dengan segala godaan dan tekanan sekitar, aku seolah melepaskannya setelah perjuangan beratnya. Selanjutnya kini, aku kembali harus menyesali diri.

Wednesday, December 7, 2016

Terpuruk itu...

Hasil gambar untuk broken heart muslimah
sumber: google
Bukan hal mudah untuk bisa bangkit dari keterpurukan yang menimpa diri berkali-kali. Pasti di luar sana, ada jutaan orang yang juga mengalami hal yang sama. Baiklah, kali ini izinkan aku bercerita kembali, Cantik. Kalo kata orang, berbagi pengalaman.
Sama seperti seorang muslimah yang lain, aku juga pernah terpuruk dalam kondisi virus merah jambu. Terjangkit penyakit ini memang membuat suasana sulit untuk dikendalikan. Apalagi, saat virus itu mulai memberikan efek yang cukup kuat manakala jalinan jembatan kasih runtuh dipertengahan. Terbelah dua menjadi bagian yang sulit untuk disatukan kembali.

Wednesday, September 28, 2016

Simpati dan empati?

Rasanya menyebalkan sekali ya, Cantik, saat kita melakukan pekerjaan tapi sebenarnya itu bukan tanggung jawab kita. Dengan seenaknya saja oknum yang semestinya bertugas melimpahkan tanggung jawabnya. Mau dikerjain dengan seikhlas mungkin, tapi ga rela rasa hati. Ntar giliran berhasil apa yang kita kerjain, eh yang dapat nama justru si oknum tadi. Rasanya pengen ngancurin tembok Cina sekalian buat bisa ngeluarin rasa kesal dan amarah yang ada.

Sunday, September 4, 2016

Mapel Bahasa Indonesia itu, SURAM!

Percayalah denganku, Cantik! Kalo jadi guru bahasa Indonesia itu ga terlalu menyenangkan seperti yang kamu bayangkan! Buktinya, kamu bakalan ditanyain melulu, "kenapa juga harus belajar bahasa Indonesia? Padahal kan udah bahasa sendiri? Udah sering dipake?" Yakin, kamu kuat kalo nerima pertanyaan yang sama seperti itu terus menerus? Belum lagi yang lain ikutan komentar ,"Apa sih itu kalimat pasif, kalimat aktif? Emang ada gitu kalimat yang diam di tempat sama yang suka jalan-jalan?"

Wednesday, August 10, 2016

izinkan aku bercerita

aku pengen bersuara. tapi takut dianggap sok tua. aku pengen bercerita. tapi takut malah dianggap berbeda. aku maunya mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran aja. semoga ga pada salah paham semua yang baca.

aku melihat pergerakan sahabat-sahabatku sudah berbeda. entahlah. mungkin hanya dari sudut pandangku saja. memperhatikan mereka yang mulai cinta dengan dunia, senang memamerkan apa yang dipunya, heboh dengan hal kecil yang semestinya ga perlu diributkan. baiklah, semua hanya sebatas pandanganku saja.
barangkali, aku saja yang kalo kata anak sekarang, lebay. melihat hanya dari sisi sebelah mata. sok menjadi tua, sok alim, sok rendah hati.
terkdang, karena geram, aku sindir mereka secara tak langsung. aku protes dengan diam-diam. aku mencela dengan kata manis. dan tak hayal, sikapku pun akhirnya serupa dengan mereka.

Wednesday, July 20, 2016

Jangan jongkok!

gerem banget liat jejak-jejak sepatu didudukan kloset/toilet duduk. sudah jelas penggunaannya itu diduduki, malah tetep aja banyak yang ngeyel jongkok diatasnya. ngerti banget kalo alasannya geli kalo harus mendudukinya, tapi apa ga sayang sama keselamatan sendiri jika harus tetap maksain diri seperti itu?
sumber: google
jujur, aku sendiri juga sungkan menggunakan kloset duduk, hanya saja biasanya kan sudah disediakan tisu di dalam toilet itu sendiri. lalu, mengapa kita tidak manfaatkan helaian tisu tersebut untuk membersihkan dudukan kloset?

Friday, May 13, 2016

pempek dos sama dengan cireng?

Ada satu penyataan yang bikin bener-bener mikir saat kemarin ikutan ngedampingin siswa buat ikutan lomba sebagai duta gitu. Secara ga langsung, Cuma bisa mengambil kesimpulan bahwa si pembicara ga punya pengetahuan lebih soal kuliner Nusantara yang emang sih banyak banget ragamnya. Terkadang, untuk satu makanan dengan bentuk, rasa, dan penyajian yang sama, memiliki sebutan yang berbeda. Tapi kali ini bisa dikatakan salah 100%. Menurut kalian, samakah antara cireng yang merupakan makanan khas suku Sunda, Jawa Barat dengan pempek dos, kuliner asal Palembang, Sumatera Selatan?

Jangan sebut kami BENGAK!

hari ini, dengan lantangnya, ia berkata, "Guru-guru di sini bengak !" aku yang hanya bisa mendengarkan dari dalam ruang guru, ter...