Wednesday, January 27, 2016

Kata Kerja Operasional (KKO)

(1).  Kata Kerja Ranah Kognitif

Pengetahuan
C1
Pemahaman
C2
Penerapan
C3
Analisis
C4
Sintesis
C5
Penilaian
C6

Mengutip
Menyebutkan
Menjelaskan
Menggambar
Membilang
Mengidentifikasi
Mendaftar
Menunjukkan
Memberi label
Memberi indeks
Memasangkan
Menamai
Menandai
Membaca
Menyadari
Menghafal
Meniru
Mencatat
Mengulang
Mereproduksi
Meninjau
Memilih
Menyatakan
Mempelajari
Mentabulasi
Memberi kode
Menelusuri
Menulis

Memperkirakan
Menjelaskan
Mengkategorikan
Mencirikan
Merinci
Mengasosiasikan
Membandingkan
Menghitung
Mengkontraskan
Mengubah
Mempertahankan
Menguraikan
Menjalin
Membedakan
Mendiskusikan
Menggali
Mencontohkan
Menerangkan
Mengemukakan
Mempolakan
Memperluas
Menyimpulkan
Meramalkan
Merangkum
Menjabarkan


Menugaskan
Mengurutkan
Menentukan
Menerapkan
Menyesuaikan
Mengkalkulasi
Memodifikasi
Mengklasifikasi
Menghitung
Membangun
Membiasakan
Mencegah
Menentukan
Menggambarkan
Menggunakan
Menilai
Melatih
Menggali
Mengemukakan
Mengadaptasi
Menyelidiki
Mengoperasikan
Mempersoalkan
Mengkonsepkan
Melaksanakan
Meramalkan
Memproduksi
Mengaitkan
Menyusun
Mensimulasikan
Memecahkan
Menyelesaikan
Melakukan
Mentabulasi
Memproses
Meramalkan

Menganalisis
Mengaudit
Memecahkan
Menegaskan
Mendeteksi
Mendiagnosis
Menyeleksi
Merinci
Menominasikan
Mendiagramkan
Megkorelasikan
Merasionalkan
Menguji
Mencerahkan
Menjelajah
Membagankan
Menyimpulkan
Menemukan
Menelaah
Memaksimalkan
Memerintahkan
Mengedit
Mengaitkan
Memilih
Mengukur
Melatih
Mentransfer

Mengabstraksi
Mengatur
Menganimasi
Mengumpulkan
Mengkategorikan
Mengkode
Mengombinasikan
Menyusun
Mengarang
Membangun
Menanggulangi
Menghubungkan
Menciptakan
Mengkreasikan
Mengoreksi
Merancang
Merencanakan
Mendikte
Meningkatkan
Memperjelas
Memfasilitasi
Membentuk
Merumuskan
Menggeneralisasi
Menggabungkan
Memadukan
Membatas
Mereparasi
Menampilkan
Menyiapkan Memproduksi
Merangkum
Merekonstruksi


Membandingkan
Menyimpulkan
Menilai
Mengarahkan
Mengkritik
Menimbang
Memutuskan
Memisahkan
Memprediksi
Memperjelas
Menugaskan
Menafsirkan
Mempertahankan
Memerinci
Mengukur
Merangkum
Membuktikan
Memvalidasi
Mengetes
Mendukung
Memilih
Memproyeksikan



Tuesday, January 19, 2016

sobat berkhianat?

kamu pernah ga dikhianati? udah ngasih kepercayaan sama seseorang, trus ga taunya ditinggal aja, mentah! sakitnya tuh di sini (tunjuk hati) gembel banget kan yah?
nah, suka heran bener sama orang yang punya prilaku seperti itu. kadang suka mikir, apa mereka ga punya perasaan sampe bisa setega itu melakukan hal yang teramat sangat mengecewakan?

Resensi: 4 Musim Cinta


 Sebenernya, kalo mau diceritain awalnya bisa dapetin buku novel ini, dapet promo langsung dari salah satu penulis. Secara ini novel merupakan hasil godokan dari 4 orang sekaligus. Nah, kebetulan, salah satunya itu kenal. Sesama perwakilan Duta Bahasa untuk tingkat nasional dari daerah masing-masing –tetanggaan pula, Jambi dan Sumsel- tahun 2009. Sebenernya lagi, udah ada beberapa buah buku yang dihasilkannya. Cuma, baru yang satu ini aja yang berhasil didapatin. Baiklah, berikut resensinya:

Monday, January 18, 2016

RPP Saintifik Bahasa Indonesia

Kena serbuan kata dari pengawas kalo katanya udah ga pake lagi RPP berkarakter. Sekarang, zamannya pake RPP Saintifik. Mengadopsi sedikit dari sistem K13. Mungkin begitu. Jadi, tanpa mengenal bagaimana bentuk itu RPP saintifik sebelumnya -sebatas dikasih tau sama rekan sejawat yang udah dapet pelatihan mengenai hal itu- jadilah satu produk yang sejujurnya masih rada ngabal-ngabal alias meraba cara pengerjaannya. Tapi setidaknya sudah berusaha untuk mengerjakannya. Dan, ini dia!

Monday, October 5, 2015

Beda Guru!

Bagaimana sebenernya cara mengajar yang efektif di dalam kelas? Beda guru, beda cara! Lalu, apakah ada yang paten? Satu ketentuan untuk semua orang? Jawaban jelas, TIDAK! Terus, kenapa masih dipermasalahkan?
Barangkali saya termasuk yang suka nyeleneh soal peraturan. Bukan berarti ga nurut sama peraturan, hanya saja terkadang metode lama- yang kalo secara mengikuti perkembangan zaman sekarang- sulit untuk diterapkan, rasanya akan sulit. Pernah baca sebuah kutipan yang kira-kira buntinya seperti ini, "Ajarkanlah anakmu sesuai dengan zamannya." Yah, kira-kira begitulah. Benar atau salahnya, mohon maaf saja sebelumnya.
Terus, masalahnya dimana?

-Resensi- Coupl(ov)e

Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan "Selamat menempuh hidup baru"? 
Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.

Foto koleksi pribadi
Rasanya itu merupakan hal yang sangat masuk akal. kutipan tersebut juga yang membuat aku tertarik untuk membaca hasil karya Rhein Fathia, CoupL(ov)e. Sebuah cerita perjalanan sepasang suami-istri yang sebenarnya merupakan pasangan sahabat dekat sejak SMA. Dan kali ini, aku merasa isi novel ini 'menampar'ku secara halus.

Jangan sebut kami BENGAK!

hari ini, dengan lantangnya, ia berkata, "Guru-guru di sini bengak !" aku yang hanya bisa mendengarkan dari dalam ruang guru, ter...