kamu pernah ga dikhianati? udah ngasih kepercayaan sama seseorang, trus ga taunya ditinggal aja, mentah! sakitnya tuh di sini (tunjuk hati) gembel banget kan yah?
nah, suka heran bener sama orang yang punya prilaku seperti itu. kadang suka mikir, apa mereka ga punya perasaan sampe bisa setega itu melakukan hal yang teramat sangat mengecewakan?
Tuesday, January 19, 2016
Resensi: 4 Musim Cinta
Sebenernya, kalo mau diceritain awalnya bisa dapetin buku novel ini, dapet promo langsung dari salah satu penulis. Secara ini novel merupakan hasil godokan dari 4 orang sekaligus. Nah, kebetulan, salah satunya itu kenal. Sesama perwakilan Duta Bahasa untuk tingkat nasional dari daerah masing-masing –tetanggaan pula, Jambi dan Sumsel- tahun 2009. Sebenernya lagi, udah ada beberapa buah buku yang dihasilkannya. Cuma, baru yang satu ini aja yang berhasil didapatin. Baiklah, berikut resensinya:
Monday, January 18, 2016
RPP Saintifik Bahasa Indonesia
Kena serbuan kata dari pengawas kalo katanya udah ga pake lagi RPP berkarakter. Sekarang, zamannya pake RPP Saintifik. Mengadopsi sedikit dari sistem K13. Mungkin begitu. Jadi, tanpa mengenal bagaimana bentuk itu RPP saintifik sebelumnya -sebatas dikasih tau sama rekan sejawat yang udah dapet pelatihan mengenai hal itu- jadilah satu produk yang sejujurnya masih rada ngabal-ngabal alias meraba cara pengerjaannya. Tapi setidaknya sudah berusaha untuk mengerjakannya. Dan, ini dia!
Monday, November 16, 2015
Monday, October 5, 2015
Beda Guru!
Bagaimana sebenernya cara mengajar yang efektif di dalam kelas? Beda guru, beda cara! Lalu, apakah ada yang paten? Satu ketentuan untuk semua orang? Jawaban jelas, TIDAK! Terus, kenapa masih dipermasalahkan?
Barangkali saya termasuk yang suka nyeleneh soal peraturan. Bukan berarti ga nurut sama peraturan, hanya saja terkadang metode lama- yang kalo secara mengikuti perkembangan zaman sekarang- sulit untuk diterapkan, rasanya akan sulit. Pernah baca sebuah kutipan yang kira-kira buntinya seperti ini, "Ajarkanlah anakmu sesuai dengan zamannya." Yah, kira-kira begitulah. Benar atau salahnya, mohon maaf saja sebelumnya.
Terus, masalahnya dimana?
Barangkali saya termasuk yang suka nyeleneh soal peraturan. Bukan berarti ga nurut sama peraturan, hanya saja terkadang metode lama- yang kalo secara mengikuti perkembangan zaman sekarang- sulit untuk diterapkan, rasanya akan sulit. Pernah baca sebuah kutipan yang kira-kira buntinya seperti ini, "Ajarkanlah anakmu sesuai dengan zamannya." Yah, kira-kira begitulah. Benar atau salahnya, mohon maaf saja sebelumnya.
Terus, masalahnya dimana?
-Resensi- Coupl(ov)e
Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan "Selamat menempuh hidup baru"?
Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.
Rasanya itu merupakan hal yang sangat masuk akal. kutipan tersebut juga yang membuat aku tertarik untuk membaca hasil karya Rhein Fathia, CoupL(ov)e. Sebuah cerita perjalanan sepasang suami-istri yang sebenarnya merupakan pasangan sahabat dekat sejak SMA. Dan kali ini, aku merasa isi novel ini 'menampar'ku secara halus.
Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.
![]() |
| Foto koleksi pribadi |
Thursday, July 23, 2015
Apakah sudah menjadi G.U.R.U yang sebenarnya?
Selamat sore dunia... Akhirnya, menjawab sebuah pertanyaan seorang sahabat yang menohok kalbu, baiklah, kini buku harian dunia maya saya kembali diisi dengan catatan -yang cukup ada artinya- Seperti itu...
Soalnya, si empu penanya tuh pengen supaya saya bisa membagikan cerita yang ga melulu tentang keseharian si penulis -emang selama ini begitu yah? #mikir
Baiklah, kali ini emang bahasan yang dirangkum rada berbobot. Lumayan, dapet nyalin dari workshop di sekolah tadi. Tapi kalo yang namanya sesuatu yang bermanfaat, sayang kan ya buat dipendam sendirian? Bukankah sudah dijelaskan bahwa, "Sampaikanlah ilmu itu meski hanya satu ayat." Cakep!
Soalnya, si empu penanya tuh pengen supaya saya bisa membagikan cerita yang ga melulu tentang keseharian si penulis -emang selama ini begitu yah? #mikir
Baiklah, kali ini emang bahasan yang dirangkum rada berbobot. Lumayan, dapet nyalin dari workshop di sekolah tadi. Tapi kalo yang namanya sesuatu yang bermanfaat, sayang kan ya buat dipendam sendirian? Bukankah sudah dijelaskan bahwa, "Sampaikanlah ilmu itu meski hanya satu ayat." Cakep!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Jangan sebut kami BENGAK!
hari ini, dengan lantangnya, ia berkata, "Guru-guru di sini bengak !" aku yang hanya bisa mendengarkan dari dalam ruang guru, ter...
-
hari ini, dengan lantangnya, ia berkata, "Guru-guru di sini bengak !" aku yang hanya bisa mendengarkan dari dalam ruang guru, ter...
-
selesai juga tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa. euforia sesaat ketika wisuda. tak banyak yang bisa diceritakan. mungkin bisa diwakilk...
-
Yuhuuu.. siapa yang ga meleleh jika seseorang yang kamu sukai mengatakan hal itu ke kamu? Oh My God rasanya gimanaaaa gitu. Apalagi pake a...
