Kena serbuan kata dari pengawas kalo katanya udah ga pake lagi RPP berkarakter. Sekarang, zamannya pake RPP Saintifik. Mengadopsi sedikit dari sistem K13. Mungkin begitu. Jadi, tanpa mengenal bagaimana bentuk itu RPP saintifik sebelumnya -sebatas dikasih tau sama rekan sejawat yang udah dapet pelatihan mengenai hal itu- jadilah satu produk yang sejujurnya masih rada ngabal-ngabal alias meraba cara pengerjaannya. Tapi setidaknya sudah berusaha untuk mengerjakannya. Dan, ini dia!
Monday, January 18, 2016
Monday, November 16, 2015
Monday, October 5, 2015
Beda Guru!
Bagaimana sebenernya cara mengajar yang efektif di dalam kelas? Beda guru, beda cara! Lalu, apakah ada yang paten? Satu ketentuan untuk semua orang? Jawaban jelas, TIDAK! Terus, kenapa masih dipermasalahkan?
Barangkali saya termasuk yang suka nyeleneh soal peraturan. Bukan berarti ga nurut sama peraturan, hanya saja terkadang metode lama- yang kalo secara mengikuti perkembangan zaman sekarang- sulit untuk diterapkan, rasanya akan sulit. Pernah baca sebuah kutipan yang kira-kira buntinya seperti ini, "Ajarkanlah anakmu sesuai dengan zamannya." Yah, kira-kira begitulah. Benar atau salahnya, mohon maaf saja sebelumnya.
Terus, masalahnya dimana?
Barangkali saya termasuk yang suka nyeleneh soal peraturan. Bukan berarti ga nurut sama peraturan, hanya saja terkadang metode lama- yang kalo secara mengikuti perkembangan zaman sekarang- sulit untuk diterapkan, rasanya akan sulit. Pernah baca sebuah kutipan yang kira-kira buntinya seperti ini, "Ajarkanlah anakmu sesuai dengan zamannya." Yah, kira-kira begitulah. Benar atau salahnya, mohon maaf saja sebelumnya.
Terus, masalahnya dimana?
-Resensi- Coupl(ov)e
Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan "Selamat menempuh hidup baru"?
Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.
Rasanya itu merupakan hal yang sangat masuk akal. kutipan tersebut juga yang membuat aku tertarik untuk membaca hasil karya Rhein Fathia, CoupL(ov)e. Sebuah cerita perjalanan sepasang suami-istri yang sebenarnya merupakan pasangan sahabat dekat sejak SMA. Dan kali ini, aku merasa isi novel ini 'menampar'ku secara halus.
Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.
![]() |
| Foto koleksi pribadi |
Thursday, July 23, 2015
Apakah sudah menjadi G.U.R.U yang sebenarnya?
Selamat sore dunia... Akhirnya, menjawab sebuah pertanyaan seorang sahabat yang menohok kalbu, baiklah, kini buku harian dunia maya saya kembali diisi dengan catatan -yang cukup ada artinya- Seperti itu...
Soalnya, si empu penanya tuh pengen supaya saya bisa membagikan cerita yang ga melulu tentang keseharian si penulis -emang selama ini begitu yah? #mikir
Baiklah, kali ini emang bahasan yang dirangkum rada berbobot. Lumayan, dapet nyalin dari workshop di sekolah tadi. Tapi kalo yang namanya sesuatu yang bermanfaat, sayang kan ya buat dipendam sendirian? Bukankah sudah dijelaskan bahwa, "Sampaikanlah ilmu itu meski hanya satu ayat." Cakep!
Soalnya, si empu penanya tuh pengen supaya saya bisa membagikan cerita yang ga melulu tentang keseharian si penulis -emang selama ini begitu yah? #mikir
Baiklah, kali ini emang bahasan yang dirangkum rada berbobot. Lumayan, dapet nyalin dari workshop di sekolah tadi. Tapi kalo yang namanya sesuatu yang bermanfaat, sayang kan ya buat dipendam sendirian? Bukankah sudah dijelaskan bahwa, "Sampaikanlah ilmu itu meski hanya satu ayat." Cakep!
Friday, May 1, 2015
Ribetnya anak zaman sekarang
Yah, rasanya judul itu cukup mewakili bagaimana kondisi dan situasi anak-anak zaman sekarang. Gegara obrolan tak sengaja dengan temen, akhirnya malah membahas soal ini.
Zaman memang semakin canggih. Karna kecanggihannya itu pula, kalo diperhatikan, daya kreativitas dan daya juang anak sekarang justru makin lemah. Maunya yang gampang aja, maunya yang cepet aja, maunya begini, begitu yang ga pake ribet, ga pake sulit, yang penting dapet! Haloooo... Emangnya tinggal di dunia sihir! Harry Potter aja kalo mau sesuatu tetep aja harus belajar dulu, kudu ngapalin mantera dulu. Baru abis itu bisa ngelakuin yang dia mau. Lah ini?
Zaman memang semakin canggih. Karna kecanggihannya itu pula, kalo diperhatikan, daya kreativitas dan daya juang anak sekarang justru makin lemah. Maunya yang gampang aja, maunya yang cepet aja, maunya begini, begitu yang ga pake ribet, ga pake sulit, yang penting dapet! Haloooo... Emangnya tinggal di dunia sihir! Harry Potter aja kalo mau sesuatu tetep aja harus belajar dulu, kudu ngapalin mantera dulu. Baru abis itu bisa ngelakuin yang dia mau. Lah ini?
Monday, April 27, 2015
Apa pemicumu?
Sebenarnya, aku bangga banget bisa kenal dengan dua sahabat yang kuat, tegar, semangat, pantang putus asa, dan pintar serta berhati mulia. Lengkap banget kan?! Rasanya, sempurna sekali jika bisa seperti mereka. Bukan waktu yang sebentar pula untuk mengenal lebih dalam karakter masing-masing. Bella Moulina dan Meila Rosianika. Dua nama yang selalu membuat aku malu sendiri. Dua wanita tangguh yang terlahir di bulan yang sama namun dengan karakter yang berbeda. Itu sudah tentu.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Jangan sebut kami BENGAK!
hari ini, dengan lantangnya, ia berkata, "Guru-guru di sini bengak !" aku yang hanya bisa mendengarkan dari dalam ruang guru, ter...
-
hari ini, dengan lantangnya, ia berkata, "Guru-guru di sini bengak !" aku yang hanya bisa mendengarkan dari dalam ruang guru, ter...
-
selesai juga tanggung jawab sebagai seorang mahasiswa. euforia sesaat ketika wisuda. tak banyak yang bisa diceritakan. mungkin bisa diwakilk...
-
Yuhuuu.. siapa yang ga meleleh jika seseorang yang kamu sukai mengatakan hal itu ke kamu? Oh My God rasanya gimanaaaa gitu. Apalagi pake a...
